Start Back Next End
  
9
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 
Sistem Pengukuran Kinerja
2.1.1 Pengertian Pengukuran Kinerja
Ada suatu ungkapan yang menggambarkan pentingnya pengukuran kinerja,
dihubungkan dengan perbaikan mutu manajemen menurut I Gusti Agung Rai
(2011:17), yaitu :
“Jika sesuatu tidak dapat dikuantifikasi, maka sulit diukur
Jika sesuatu tidak dapat diukur, maka tidak dapat dievaluasi
Jika sesuatu tidak dapat dievaluasi, maka tidak dapat diperbaiki
Jika sesuatu tidak dapat diperbaiki, maka tidak akan ada kemajuan
Jika tidak ada kemajuan, maka untuk apa ada manajemen?”
Ungkapan di atas menunjukkan bahwa untuk mencapai kemajuan organisasi
perlu dilakukan perbaikan kinerja untuk memperbaiki kinerja perlu dilakukan
evaluasi. Cara untuk melakukan evaluasi adalah dengan pengukuran kinerja. agar
dapat diukur maka kinerja harus dapat di kuantifikasi. Kinerja (performance) adalah
gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan program atau
kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang tertuang
dalam strategic planning
suatu organisasi. Istilah kinerja sering digunakan untuk
menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok individu. 
Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau kelompok individu tersebut
mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.
Kriteria keberhasilan ini
berupa tujuan – tujuan atau target – target
tertentu
yang hendak dicapai. Tanpa ada
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter