|
10
tujuan atau target, kinerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui
tidak ada tolok ukurnya (Mahsun, 2012:25).
Sedangkan pengukuran kinerja merupakan unsur sangat penting untuk
menilai akuntabilitas organisasi dan manajer dalam menghasilkan pelayanan publik
yang lebih baik. Akuntabilitas adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent)
untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, dan
mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya
kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk
meminta pertanggungjawaban tersebut.
Akuntabilitas bukan sekedar kemampuan menunjukkan bagaimana uang
publik dibelanjakan, akan tetapi meluputi kemampuan menunjukkan bahwa uang
publik tersebut telah dibelanjakan secara ekonomis, efisien, dan efektif. Pusat
pertanggungjawaban berperan untuk menciptakan indikator kinerja sebagai dasar
untuk menilai kinerja. dimilikinya sistem pengukuran kinerja yang handal (reliable)
merupakan salah satu faktor kunci suksesnya organisasi (Mardiasmo, 2009:121).
Pengukuran kinerja berfungsi untuk menilai sukses atau tidaknya suatu
organisasi, program, atau kegiatan. Pengukuran kinerja diperlukan untuk menilai
tingkat besarnya terjadi penyimpangan antara kinerja aktual dan kinerja yang
diharapkan. Dengan mengetahui penyimpangan tersebut, dapat dilakukan upaya
perbaikan dengan peningkatan kinerja.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja
adalah tindakan pengukuran yang dapat dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam
rantai nilai yang ada pada perusahaan. Hasil pengukuran tersebut kemudian
digunakan sebagai umpan balik yang akan memberikan informasi tentang prestasi
|