|
16
mengungkapkan rasa ketidakamanan dan ketakutan mereka kepada temannya tanpa
merasa malu. Teman juga bertindak sebagai orang kepercayaan yang penting yang
menolong remaja melewati berbagai situasi yang menjengkelkan (seperti kesulitan
dengan orang tua atau putus pada hubungan romantis) dengan menyediakan baik
dukungan emosi dan nasihat yang memberikan informasi (Savin-Williams & Berndt,
1990). Sebagai tambahan, teman dapat menjadi rekan kerja yang aktif dalam
membangun kesadaran atas identitasnya. Dalam berbagai percakapan yang tak
terbilang, teman bertindak sebagai papan pengeras suara pada saat remaja menggali
masalah-masalah mulai dari rencana masa depan hingga sikap seseorang terhadap
berbagai masalah.
Santrock (2003, hal.230) menyatakan bahwa, dalam konteks persahabatan,
keakraban dapat diartikan secara luas meliputi segala sesuatu dalam persahabatan
yang membuat hubungan terlihat lebih dekat atau mendalam. Keakraban dalam
persahabatan (intimacy in friendship) secara sempit diartikan sebagai pengungkapan
diri atau membagi pemikiran-pemikiran pribadi. Pengetahuan yang mendalam dan
pribadi tentang teman juga digunakan sebagai ukuran keakraban (Selman, 1980;
Sullivan, 1953).
Keakraban ini menjadi dasar bagi relasi anak dengan sahabat. Karena kedekatan
ini, anak mau menghabiskan waktunya dengan sahabat dan mengekspresikan afek
yang lebih positif terhadap sahabat dibandingkan dengan yang bukan sahabat dan
bersedia mengungkapkan dirinya secara terbuka. (Desmita, 2009, hal.227)
Timbulnya keakraban dalam hubungan persahabatan remaja berarti bahwa teman
juga hadir sebagai sumber dukungan sosial dan emosional (Kail & Cavanaugh,
2004, hal.276).
|