|
32
mempunyai harapan bahwa dengan medelegasikan wewenang pengelolaan tersebut
akan memperoleh
keuntungan dengan bertambahnya kekayaan dan kemakmuran
investor.
Menurut Dwiyanti (2010), manajer sebagai pengelola perusahaan lebih
banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan
datang dibandingkan pemilik (pemegang saham atau investor). Oleh sebab itu,
manajer mempunyai kewajiban memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan
kepada pemilik. Informasi yang diberikan oleh manajer dapat dilakukan dengan
mengungkapkan informasi akuntansi seperti laporan keuangan perusahaan.
Dalam hubungan agensi terdapat tiga masalah utama yang dihadapi antara
pemegang saham (prinsipal) dan manajer (agen). Masalah-masalah keagenan ini
dapat diatasi dengan tata kelola perusahaan yang merupakan seperangkat aturan yang
mengontrol perilaku perusahaan terhadap para direktur, manajer, karyawan,
pemegang saham, kreditor, pelanggan, competitor dan komunitasnya (Brigham dan
Ehrhardt, 2010).
2.4.2.2 Stewardship Theory
Teori Stewardship
adalah teori yang menggambarkan situasi dimana para
manajer tidaklah termotivasi oleh tujuan-tujuan individu tetapi lebih ditujukan pada
sasaran hasil utama mereka untuk kepentingan organisasi, sehingga teori ini
mempunyai dasar psikologi dan sosiologi yang telah dirancang dimana para
eksekutif sebagai steward
termotivasi untuk bertindak sesuai keinginan prinsipal,
selain itu perilaku steward
tidak akan meninggalkan organisasinya sebab steward
berusaha mencapai sasaran organisasinya. Teori ini didesain bagi para peneliti untuk
menguji situasi dimana para eksekutif dalam perusahaan sebagai pelayan dapat
termotivasi untuk bertindak dengan cara terbaik pada prinsipalnya (Suyanto, 2008).
|