|
22
2.9
Sistem Pengendalian Internal
2.9.1
Pengertian Pengendalian Internal
Menurut Gelinas dan Dull (2008, p216), yang terdapat dalam Committee of Sponsoring
Organization (COSO), pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses yang
dipengaruhi oleh suatu dewan direksi, manajemen, dan pihak personel lainnya dalam suatu
entitas, yang dirancang untuk menyediakan jaminan atau keyakinan yang layak atau memadai
berkenaan dengan pencapaian tujuan.
Menurut Rama dan Jones (2006,p13), pengendalian internal adalah aturan, kebijakan,
prosedur, dan sistem informasi yang digunakan untuk menjamin data keuangan perusahaan
akurat dan dapat dipercaya serta melindungi asset perusahaan dari kehilangan atau pencurian.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan
bahwa pengendalian internal adalah suatu
sistem informasi. Sistem pengendalian digunakan untuk menyediakan jaminan data keuangan
perusahaan akurat, serta terpercaya. Selain itu juga melindungi aset perusahaan dari pencurian
atau kehilangan.
Menurut Gramling, Audrey A,
Hermanson, Dana R (2007), ada lima Kerangka
Internal Kontrol COSO yaitu :
1.
penilaian risiko, dimana manajemen mendefinisikan tujuan keuangan organisasi
pelaporan, mengidentifikasi dan menganalisa risiko untuk mencapai tujuan pelaporan
keuangan, termasuk risiko penipuan, manajemen override, dan proses transaksi yang
tidak memadai.
2.
Setelah kegiatan penilaian risiko, manajemen desain dan menerapkan lingkungan
pengendalian yang menetapkan nada dari perusahaan dan berfungsi sebagai garis
pertahanan pertama terhadap risiko yang teridentifikasi sebagai bagian dari penilaian
risiko. Nada ditetapkan pada suatu organisasi sangat membantu dalam menyoroti
komitmen organisasi terhadap kompetensi keuangan, termasuk kompetensi audit
internal, diperlukan untuk mengurangi risiko untuk mencapai
tujuan pelaporan
keuangan.
3.
Langkah berikutnya melibatkan desain dan implementasi berbagai kegiatan
pengendalian untuk mengurangi risiko untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan.
Contoh kegiatan pengendalian meliputi otorisasi, persetujuan, pemisahan tugas, dan
rekonsiliasi.
4.
Informasi dan komunikasi adalah langkah keempat dalam proses dan melibatkan
pengembangan dan penerapan informasi dan komunikasi yang diperlukan untuk
mendukung pengendalian internal. Informasi yang efektif dan komunikasi harus
|