Start Back Next End
  
23
memungkinkan pihak-pihak terkait untuk memahami tanggung jawab kendali mereka
dan harus memungkinkan untuk investigasi yang efektif dan pengambilan keputusan.
5.
Akhirnya, setelah manajemen telah efektif mengembangkan keempat komponen,
mereka kemudian akan perlu untuk
mengembangkan kegiatan monitoring untuk
membantu memastikan bahwa semua aspek pengendalian internal atas pelaporan
keuangan terus beroperasi secara efektif dari waktu ke waktu.
2.9.2
Prinsip-prinsip Pengendalian Internal
Untuk mengamankan aset dan menyakinkan keakuratan dari data-data akuntansinya,
sebuah perusahaan harus menetapkan beberapa prinsip pengendalian yang spesifik.
Menurut Weygant et al (2005, p321), prinsip-prinsip pengendalian meliputi :
1.
Establishment of Responsibility
Pengendalian akan menjadi sangat efektif apabila hanya satu orang yang bertanggung
jawab untuk satu tugas. Hal ini dimaksudkan supaya penelusuran mudah dilakukan.
2.
Segregation of Duties
Pemisahan tanggung jawab sangat perlu dilakukan supaya antar satu karyawan dengan
karyawan yang lain dapat saling mengevaluasi. Aplikasi dari pemisahan tanggung
jawab mencakup dua hal :
a.
Aktivitas-aktivitas yang berhubungan harus ditugaskan pada 2 orang yang
berbeda.
b.
Tugas pencatatan asset harus dipisahkan dari tugas penyimpanan fisik aset.
3.
Documentation Procedures
Beberapa prosedur harus diterapkan dalam dokumen. Misalnya, setiap dokumen harus
diberi nomor atau dokumen sumber untuk akuntansi harus diteruskan ke bagian
akuntansi.
4.
Physical, Mechanical, and Electronic Controls
Contohnya, penggunaan brankas dengan kode rahasia, alarm anti pencuri, penggunaan
password untuk komputer dan sebagainya.
5.
Independent internal verification
Untuk memaksimalkan keuntugan dari verifikasi, maka :
a.
Verifikasi harus dilakukan secara periodic maupun secara tiba-tiba.
b.
Verifikasi harus dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki hubungan
kepentingan dengan orang yang bertanggung jawab atas informasi tersebut.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter