|
financial criteria tersebut, sebuah klub sepakbola membutuhkan penyelenggaraan akuntansi bagi
klubnya. Seiring dengan kebutuhan akan akuntansi tersebut, maka dibutuhkan prinsip akuntansi
yang berlaku umum bagi sebuah klub sepakbola. Namun tidak seperti beberapa industri yang
secara khusus mendapat pembahasan dalam suatu standar akuntansi, untuk industri sepakbola
tidak mendapatkan pembahasan secara spesifik, sehingga klub sepakbola harus bisa menyaring
dan memilih dari berbagai standar mana yang memadai untuk diaplikasikan.
Meski demikian, situs OPPapers.com yang melansir suatu penelitian mengenai
Accounting For Football Club menyatakan bahwa meskipun seluruh akuntan dapat mengadopsi
aturan akuntansi yang diterima umum, namun tiap industri memiliki karakteristiknya masing-
masing. Itulah kenapa diperlukan pengetahuan yang spesifik tentang sebuah industri sehingga
bisa diputuskan serangkaian aturan akuntansi yang paling memungkinkan untuk diaplikasikan
agar menggambarkan dengan baik situasi keuangan sebuah perusahaan. Dalam sebuah industri
sepakbola, karakteristik khususnya adalah fluktuasi dalam pendapatan dan laba yang disebabkan
ketidakpastian dalam industri ini. Sebuah klub dapat mendapatkan jumlah uang yang besar pada
tahun sekarang namun bisa saja tahun depan akan kehilangan uang dalam jumlah besar pula.
Ketidakpastian ini didorong oleh hasil yang tidak pasti yang diperoleh sebuah klub dari
pertandingan liga, padahal pendapatan klub biasanya sangat tergantung dari hasil tim
sepakbolanya pada kompetisi yang diikuti.
2.4.1
Akuntansi untuk Pendapatan Klub Sepakbola
Ketika sepakbola sudah menjadi sebuah industri, maka sumber pendapatan sebuah klub
sepakbola bisa sangat bervariasi, bukan lagi dari penjualan tiket namun juga dari sumber-sumber
lain seperti penjualan merchandise, sponsor, hak siar televisi, uang penampilan dan hadiah serta
|