|
arus masuk atau peningkatan aktiva sebuah entitas atau penyelesaian kewajiban selama satu
periode yang berasal dari pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa, atau aktifitas lain
yang merupakan operasi utama entitas tersebut yang terjadi terus-menerus.
2.4.1.2 Pengakuan pendapatan
Secara umum menurut IAS no 18, pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat
ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dan manfaat ini dapat diukur dengan andal.
Sementara itu Statement of Financial Accounting Concepts No 5 tentang Recognition and
Measurement in Financial Statements of Business Enterprises sebagaimana dikutip oleh Kieso,
Weygandt, dan Warfield (2008) menyatakan bahwa pendapatan diakui ketika pendapatan
terealisasi (realized) atau dapat direalisasi (realizable) atau telah dihasilkan (earned). Pendapatan
dikatakan terealisasi ketika sebuah perusahaan menukarkan barang dan jasa untuk kas atau klaim
atas kas (piutang). Pendapatan dikatakan dapat terealisasi ketika aktiva yang diterima perusahaan
dalam pertukaran dapat segera dikonversi menjadi kas atau klaim atas kas. Sementara itu
pendapatan dikatakan telah dihasilkan ketika sebuah perusahaan secara substansial telah
melakukan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hak atas manfaat yang direpresentasikan
oleh pendapatan.
IAS 18 menjelaskan lebih lanjut bahwa kriteria pengakuan diterapkan secara terpisah
kepada setiap transaksi. Namun dalam keadaan tertentu perlu untuk menerapkan kriteria
pengakuan tersebut terhadap komponen-komponen yang dapat diidentifikasi secara terpisah dari
suatu transaksi tunggal
supaya mencerminkan substansi dari transaksi tersebut. Sebaliknya,
kriteria pengakuan diterapkan pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi-
|