|
Amortisasi perlu diakui tanpa memandang apakah telah terjadi kenaikan, misalnya, pada nilai
wajar atau nilai yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tersebut. Pada umumnya masa manfaat
suatu aktiva tak berwujud tak akan melebihi 20 tahun. Amortisasi dimulai sejak tanggal aktiva
siap digunakan.
Mengenai metode amortisasi yang digunakan, IAS 38 menjelaskan bahwa metode
amortisasi harus mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomis oleh perusahaan. Jika pola
tersebut tak dapat ditentukan secara andal, maka harus digunakan metode garis lurus. Selain
metode garis lurus, terdapat berbagai metode amortisasi untuk mengalokasi jumlah yang dapat
diamortisasi dari suatu aktiva atas dasar yang sistematis sepanjang masa manfaatnya. Metode-
metode itu meliputi metode garis lurus, metode saldo menurun dan metode jumlah unit produksi.
Sementara itu nilai sisa suatu aktiva tidak berwujud seharusnya diasumsikan sama dengan nol,
kecuali:
a.
Ada komitmen dari pihak ketiga untuk membeli aktiva tersebut pada akhir masa
manfaatnya.
b.
Ada pasar aktif bagi aktiva tersebut.
2.4.2.4 Penghentian (Retirement) dan Pelepasan Pemain Sepakbola
Ketika seorang pemain telah habis masa kontraknya atau dijual ke klub lain, maka aktiva
tersebut harus dihilangkan dari neraca. IAS 38 menyatakan bahwa suatu aktiva tak berwujud
tidak boleh lagi diakui, dan harus dihilangkan dari neraca, saat aktiva tersebut dilepas atau ketika
tidak ada lagi manfaat masa depan yang diharapkan dari penggunaannya dan pelepasan yang
dilakukan sesudahnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan
suatu aktiva tak berwujud ditentukan dengan menghitung selisih antara jumlah penerimaan
|