Start Back Next End
  
aktiva yang diserahkan atau nilai wajar dari aktiva yang diterima, mana yang lebih bisa
ditentukan.
Sementara itu jika terjadi pengeluaran setelah aktiva tidak berwujud diperoleh maka
pengeluaran tersebut diakui sebagai beban pada saat terjadinya pengeluaran, kecuali:
a.
Pengeluaran tersebut besar kemungkinannya akan meningkatkan manfaat 
ekonomis masa depan sehingga menjadi lebih besar daripada standar kinerja yang
diperkirakan semula.
b.
Pengeluaran tersebut dapat diukur dan dikaitkan dengan aktiva secara andal.
Jika kedua persyaratan diatas terpenuhi, maka pengeluaran setelah perolehan harus
ditambahkan kepada biaya perolehan aktiva tak berwujud. Sementara jika pengeluaran setelah
aktiva tidak berwujud dilakukan dengan tujuan untuk memelihara aktiva agar dapat beroperasi
pada standar kerja yang diperkirakan semula, maka pengeluaran tersebut diakui sebagai beban.
2.4.2.3 Amortisasi dan Revaluasi Pemain Sepakbola
Ketika pemain sepakbola sudah dikapitalisasi sebagai aset dalam neraca, konsekuensi
berikutnya adalah nilai kapitalisasi tersebut harus diamortisasi sebagaimana aktiva berwujud
disusutkan. IAS 38 menyebutkan bahwa jumlah yang dapat diamortisasi dari aktiva tidak
berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa
manfaatnya. IAS 38 memandang bahwa manfaat ekonomis masa depan yang terkandung dalam
suatu aktiva tidak berwujud dikonsumsi dengan berjalannya waktu. Untuk mencerminkan
konsumsi tersebut, nilai tercatat aktiva tersebut diturunkan. Hal tersebut,  dilakukan melalui
alokasi yang sistematis atas biaya perolehan, dikurangi
nilai sisa. Alokasi yang sistematis
tersebut diperhitungkan sebagai beban amortisasi sepanjang masa manfaat aktiva tersebut.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter