|
tersebut secara umum mensyaratkan bahwa aktiva yang diperoleh dalam arms length
transaction harus dikapitalisasi. Alasan rasionalnya adalah bahwa harga transaksi memberikan
bukti yang andal mengenai nilai wajar dari assets.
2.4.2.2 Pengukuran untuk Kapitalisasi Pemain Sepakbola sebagai Aktiva
Jika pemain sepakbola sudah memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset, langkah
selanjutnya adalah berapa nilai yang harus dikapitalisasi. IAS 38 menyatakan bahwa suatu aktiva
tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan. Hal yang sama dinyatakan
oleh Kieso, Weygandt, dan Warfield (2008) bahwa pembelian aktiva tidak berwujud dari pihak
lain dicatat sebesar harga perolehan. Harga perolehan termasuk seluruh biaya untuk
mendapatkan dan pengeluaran-pengeluaran lain yang diperlukan untuk membuat aktiva tersebut
siap digunakan.
Lebih lanjut IAS 38 menjelaskan bahwa jika suatu aktiva tidak berwujud diperoleh secara
terpisah, biaya aktiva tidak berwujud biasanya dapat diukur secara andal. Hal itu akan tampak
jelas jika pembayaran dilakukan dalam bentuk uang tunai atau aktiva moneter lainnya. Biaya
perolehan suatu aktiva tidak berwujud terdiri dari harga beli, termasuk bea masuk (impor), pajak
yang sifatnya tidak dapat di restitusi dan semua pengeluaran yang dapat dikaitkan langsung
dalam mempersiapkan aktiva tersebut sehingga siap digunakan sesuai dengan tujuannya. Biaya
perolehan untuk aktiva tidak berwujud yang diperoleh melalui pertukaran dengan aktiva sejenis
yang memiliki kegunaan yang sama dalam lini usaha yang sama dan memiliki nilai wajar yang
sama pula diukur sebesar nilai wajar aktiva yang diterima, yang sama dengan nilai wajar aktiva
yang diserahkan. Sedangkan Kieso, Weygandt, dan Warfield (2008) berpendapat bahwa harga
perolehan dari aktiva tidak berwujud yang diperoleh dari pertukaran adalah nilai wajar dari
|