Start Back Next End
  
Batasan intangible item ini mulai dari dapat diidentifikasi dan dapat diukur terpisah dari
goodwill, sampai pada hal-hal yang secara esensial mirip dengan goodwill. Dengan criteria
tersebut FRS 10 dianggap sebagai standar yang paling memberi peluang bagi kemungkinan
pengakuan pemain sepakbola sebagai aset.
Berdasarkan berbagai kriteria tersebut, Devi (2004) berpendapat bahwa pemain
sepakbola dapat dikategorikan sebagai aset. Hal ini berdasarkan analisa bahwa pemain sepakbola
dapat diidentifikasi dengan jelas, sehingga dapat dijual, disewakan dan dipertukarkan secara
terpisah. Klub sepakbola juga dinilai memiliki kendali atas pemain sepakbola melalui kontrak
hukum yang mengikat antara klub dengan pemain yang bersangkutan sehingga dikatakan klub
memiliki kontrol atau kendali terhadap pemainnya. Selain itu tujuan sebuah klub memiliki atau
membeli pemain sepakbola adalah untuk menghasilkan atau meningkatkan keuntungan
ekonomis bagi klub di masa depan. Keuntungan yang dijanjikan oleh pemain sepakbola adalah
sesuatu yang intangible yaitu kontribusi atau jasanya dalam pertandingan bagi kesuksesan klub.
Karena jika klub mempunyai pemain yang bagus dan tim yang solid maka kemungkinan untuk
memenangi pertandingan dan meraih prestasi akan lebih besar dan pada ujungnya akan
memberikan keuntungan buat klub baik melalui meningkatnya pemasukan dari penjualan tiket,
hak siar televisi maupun penjualan merchandise. Selain itu, dengan adanya active transfer
market untuk pemain sepakbola, maka harga perolehan aktiva dapat diukur secara andal dengan
melihat nilai transfernya.
Amir dan Livne (2005) menyatakan bahwa FRS 10 yang dikeluarkan ASB pada tahun
1997 dan berbagai standar akuntansi internasional yang lain (IAS 38 tentang intangible assets
yang diterbitkan IASB tahun 1998 dan SFAS 142 yang di keluarkan FASB tahun 2001)
mengisyaratkan dilakukannya kapitalisasi atas kontrak pemain sepakbola. Standar-standar
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter