|
22
mengambil keputusan untuk melakukan pembelian terhadap merek tersebut.
(Bilson, 2005:102)
Secara umum perceived quality dapat menghasilkan nilai
nilai
berikut: alasan untuk membeli, differensiasi
atau posisi harga premium,
perluasan saluran distribusi, perluasan merek.
(Durianto, Sugiarto, dan
Sitinjak, 2004:101-103)
Perceived Quality
(Persepsi Kualitas) dapat mempengaruhi keputusan
pembelian secara langsung. Persepsi kualitas harus diikuti dengan
peningkatan kualitas yang nyata dari produk atau jasa yang ditawarkan.
(Aaker, 2008:118)
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahjuni Astuti dan I Gde
Cahyadi (2007), ditemukan bukti bahwa persepsi kualitas mempunyai pengaruh
terhadap keputusan pembelian. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa
persepsi
kualitas mempengaruhi rasa percaya diri konsumen
atas pembelian
melalui
keunikan atribut, karena menciptakan alasan yang kuat bagi konsumen
untuk
membeli (reason to buy). Disini persepsi kualitas menjadi salah satu
elemen ekuitas
merek yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasa
percaya diri
konsumen atas keputusan pembelian sepeda motor Honda di
Surabaya dengan
nilai regresi sebesar 0,552. Oleh karena itu, dapat
diidentifikasikan bahwa
semakin tinggi persepsi kualitas terhadap merek maka
semakin mempengaruhi
keputusan konsumen
untuk melakukan pembelian
terhadap suatu merek. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
Fadli dan Qomariah (2008) yang menunjukkan bahwa variabel persepsi kualitas
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian yaitu sebesar
3,373. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Iriani (2011)
|