|
26
Mouth) yang bernada positif atas merek tersebut, yang selanjutnya akan
berdampak pada keputusan pembeliannya terhadap suatu merek.
(Astuti dan
Cahyadi, 2007:74)
Tingkat loyalitas merek yang tinggi terhadap suatu merek dapat
menciptakan rasa peraya diri yang besar pada pelanggan saat mengambil
keputusan untuk melakukan pembelian. (Aaker, 2008:122)
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahjuni Astuti dan I Gde
Cahyadi (2007), diketahui bahwa loyalitas merek mempunyai pengaruh terhadap
keputusan pembelian. Hasil yang ditemukan menyatakan bahwa tingkat brand
loyalty yang tinggi, yaitu berupa komitmen yang kuat dari konsumen
terhadap
merek dapat menciptakan rasa percaya diri yang besar pada konsumen
saat
mengambil keputusan pembelian. Hal ini disebabkan karena konsumen
merasa
memiliki ikatan yang besar bahwa keputusannya membeli merek tersebut adalah
keputusan yang tepat. Disini loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan
terhadap rasa percaya diri konsumen atas keputusan pembelian sepeda motor
Honda di Surabaya dengan nilai regresi sebesar 0,155. Oleh karena itu, dapat
diidentifikasikan bahwa semakin tinggi loyalitas merek terhadap merek maka
semakin mempengaruhi keputusan konsumen
untuk melakukan pembelian
terhadap suatu merek. Hal ini sesuai juga dengan penelitian yang dilakukan oleh
Fadli dan Qomariah (2008)
yang menunjukkan bahwa variabel brand loyalty
(loyalitas merek) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
pembelian yaitu sebesar 4,564. Begitu pula dengan
penelitian yang dilakukan
oleh Iriani (2011) juga menunjukkan bahwa variabel brand loyalty
(loyalitas
merek) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpukan hipotesis sebagai berikut :
H² : Brand Loyalty (X²) berpengaruh secara parsial terhadap Purchased Decision (Y)
|