|
8
semakin kompleks. Sehingga dibutuhkan manajemen yang baik untuk
menyelenggarakannya. Perbedaan dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu
penulis hanya menjabarkan special event dengan metode event management process
saja. Tidak menggunakan project management.
Penelitian terdahulu berikutnya adalah Reference Model-Based Event
Management yang ditulis oleh Oliver Thomas, Bettina Hermes, dan Peter Loos.
Penelitian ini memfokuskan pada event management
itu sendiri. Di dalamnya
terdapat beberapa design event management
yang dapat
digunakan dalam suatu
pelaksanaan event. Perbedaan dengan penelitian ini, design event management
process yang digunakan oleh tidak sekompleks yang ada pada penelitian terdahulu.
Penelitian terdahulu lainnya adalah
Special Event Management and Event
Marketing: A Case Study of TKBL All Star 2011 in Turkey yang ditulis oleh
Huseyin Kose, Mehpare Tokay Argan, dan Metin Argan. Penelitian ini membahas
dimensi event management
mengenai me-manage
dan memasarkan event
dengan
baik agar tepat sasaran. Perbedaan dengan penelitian yang penulis lakukan adalah
penelitian terdahulu membahas special event
dengan menggunakan dimensi event
management seperti ticketing, transportation, human resources, dan lain-lain secara
efektif. Sementara penulis membahas special event
dengan menggunakan event
management process.
2.2 Teori Umum
2.2.1
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa dipisahkan dengan
komunikasi. Baik verbal maupun nonverbal, komunikasi menjadi cara manusia untuk
berinteraksi satu sama lain.
|