|
24
untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi atau
perusahaan, suasana kerja yang kondusif, peka terhadap karyawan yang perlu
pendekatan khusus, perlu dimotivasi dalam meningkatkan kinerjanya.
Seorang Praktisi PR harus menyadari bahwa komunikasi yang baik
dan etis serta menjalin hubungan yang baik merupakan alat mengatasi
hubungan yang tegang atau sampai terjadinya konflik. Hal ini terjadi karena
adanya pengertian. Dengan komunikasi itu menjadi muncul adanya saling
pengertian dan kepercayaan. Artinya mengakui bila ada kesalahan,
kekeliruan, tetapi menyadari bahwa ada kemungkinan untuk mengadakan
perbaikan demi perkembangan yang akan lebih menguntungkan semua pihak.
dalam hal ini maka seorang PR harus menerapkan prinsip keterbukaan dalam
menjalankan setiap fungsinya. (Rumanti, 2002, p. 34)
2.3
Teori Khusus
2.3.1
Corporate Social Responsibility (CSR)
Kegiatan-kegiatan Corporate Social Responsibility
(CSR) dalam
bentuk community development, charity, ataupun philantropy
yang saat ini
berkembang di Indonesia masih merupakan kegiatan yang bersifat
pengabdian kepada masyarakat ataupun lingkungan yang berada tidak jauh
dari lokasi tempat dunia usaha melakukan kegiatannya. Seringkali kegiatan
CSR belum dikaitkan dengan tiga elemen yang menjadi kunci dari
pembangunan berkelanjutan, yaitu aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek
lingkungan yang biasa disebut triple bottom line. Sinergi dari ketiga elemen
tersebut merupakan kunci dari konsep pembangunan berkelanjutan
(sustainable development)
(Rachman, Efendi, & Wicaksana, 2011, p. 12).
|