|
27
dan penjualan/layanan jasa, memelihara kualitas kerja, memperbaiki
keputusan pada isu-isu kritis, serta menangani risiko secara lebih efisien dan
mengurangi biaya jangka panjang.
2.3.1.2 Tahapan-Tahapan CSR
Dalam implementasi CSR, perencanaan merupakan kata kunci agar
proses transformasi sosial ekonomi masyarakat terarah, realistis, sistematis
dan hasil akhirnya sesuai dengan kepentingan semua pihak. Dengan
demikian, perusahaan akan bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri. Apabila
nantinya masyarakat sejahtera dan mandiri, perusahaan juga akan menerima
manfaatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Program kegiatan
CSR pada akhirnya akan melalui tahapan-tahapan seperti (Nurjaman, 2012, p.
140) :
1.
Pengumpulan fakta,
seorang praktisi PR harus peka terhadap
permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat disekitar perusahaan
dan dapat mengangkat permasalahan tersebut ke dalam topik CSR.
2.
Perumusan masalah, seorang PR mulai memfokuskan pada
program yang bertujuan ditujukan untuk komunitas organisasi,
misalnya komunitas berdasarkan lokasi, komunitas disekitar
perusahaan, komunitas kewilayahan. Hal tersebut dengan tetap
mempertimbangkan kesamaan kepentingan.
3.
Perencanaan dan Pemogramanan, adalah ketika PR mulai
melakukan persiapan penyusunan program-program CSR yang
akan dijalankan beserta tujuan yang akan diraih.
4.
Aksi dan Komunikasi, adalah ketika PR mulai merealisasikan
program CSRnya sejalan dengan perencanaan yang telah dibuat.
|