|
32
membentuk suatu opini publik yang lebih luas, yang sering dinamakan citra
(image). (Ruslan, 2012, p. 76)
Menurut Frank Jefkins dalam Maharani Imran (Imran, 2012, p. 20)
mengemukakan bahwa dalam konteks humas, citra diartikan sebagai kesan,
gambaran yang tepat (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya) atau sosok
keberadaan, berbagai kebijakan , personil, produk atau jasa-jasa dari
organisasi atau perusahaan.
Menurut Jefkins (Jefkins, Public Relation, 2004, p. 20) ada beberapa
jenis citra (image), hal tersebut antara lain :
1.
Citra bayangan (mirror image).adalah citra yang terdapat pada
orang-
orang dalam perusahaan misalnya pada pemimpinnya mengenai
tanggapan pihak luar perusahaan terhadap organisasinya
2.
Citra yang berlaku (current image). Citra yang berlaku merupakan suatu
citra/ pandangan yang terbentuk ketika pihak-pihak luar organisasi
memberikan suatu pandangan kepada perusahaan. Citra yang berlaku
terbantuk dari pengalaman atau pengetahuan yang terbatas dari orang-
orang luar..
3.
Citra yang diharapkan (wish images). Adalah citra yang diharapkan dan
merupakan tujuan dari perusahaan. Citra ini biasanya lebih baik dari citra
yang sebenarnya ada di perusahaan.
4.
Citra perusahaan (corporate images). Adalah citra suatu organisasi
berdasarkan apa yang telah diraih perusahaan sebelumnya; sejarah
perusahaan, prestasi yang diraih, reputasi perusahaan, dan lainnya.
5.
Citra Majemuk (multiple images).
Adalah citra yang terbentuk dari
kekhasan yang ingin ditampilkan. Perusahaan
biasanya menerapkan
|