|
16
Salah satu definisi tentang Public Relations
(PR) menurut
International Public Relations Association
(IPRA) (Rumanti, 2002, p.
11)adalah sebagai berikut :
Public Relations is a management function, of a continuing and
planned character, through which public and private organizations
and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy,
and support of those with whom there are or maybe concerned by
evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as
far as possible their own policies and procedures, to achieve by
planned and widespread information more productive coorporation
and more efficient fulfillment of their common interest
Berdasarkan definisi diatas dapat diterjemahkan bahwa PR merupakan
fungsi manajemen, artinya PR tersebut melekat pada manajemen perusahaan,
dimana fungsi manajemen tersebut selalu memiliki program
yang terencana
dan berkelanjutan secara terus menerus. Hal tersebut dilakukan dengan cara
memperoleh ataupun mempertahankan persamaan pengertian
(understanding), perhatian (sympathy), dan dukungan (support), dengan cara
membentuk opini publik. Setelahnya, diharapkan terbentuk kerja sama yang
lebih produktif untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien.
Sependapat dengan definisi diatas, Frank Jefkins mendefinisikan
Public Relations
(Jefkins, Public Relation, 2004, p. 10)
sebagai sebuah
komunikasi yang terencana (secara ruang lingkup ke dalam/ ke luar
organisasi) yang terjadi antara suatu organisasi dengan khalayaknya, yang
memiliki tujuan-tujuan spesifik berlandaskan pengertian. Dengan kata lain
melalui pengertian Jefkins diatas, dapat disimpulkan bahwa PR selalu
melakukan perencanaan sebelum bertindak (planning) dan tindakan tersebut
selalu mempunyai objektif yang jelas, namun setiap program harus
disesuaikan dengan kebutuhan khalayaknya agar mendapatkan feedback yang
diharapkan oleh organisasi.
|