Start Back Next End
  
25
jelas. Misalkan, adanya gangguan saat menonton TV
seperti terjadi
kegaduhan atau terjadi komunikasi lain saat komunikan mencoba
menerima informasi yang disampaikan media komunikasi massa,
sehingga komunikan menerima dua pesan sekaligus secara bersamaan,
seperti mengobrol saat menonton TV. Kemudian untuk media radio,
dimana radio menjadi teman saat berpergian, komunikan harus membagi
konsentrasi dalam mendengarkan radio sambil memperhatikan jalanan.
Terakhir, untuk media cetak, keterbatasan melek huruf yang dimiliki
komunikan atau sifat malas membaca yang dimiliki dapat menjadi faktor
yang membuat pesan tidak sampai pada komunikan. Hal ini juga yang
membuat  media cetak tidak lagi menjadi sumber utama saluran
komunikasi massa yang diminati.
Dengan adanya faktor eksternal, media
komunikasi massa harus dapat meningkatkan loyalitas komunikan
terhadap media tersebut,
agar
gangguan eksternal tidak lagi menjadi
sebuah masalah yang berarti.
Kedua adalah gangguan semantik. Gangguan ini berhubungan dengan
bahasa. Bahasa merupakan simbol komunikasi dimana pesan dapat diberi
makna yang nantinya akan di artikan oleh komunikan. Namun, bila
penggunaan simbol terebut
salah, maka akan memberikan arti yang
berbeda dari apa yang dimaksudkan oleh si pengirim pesan. Seperti yang
terjadi pada media cetak. Kesalahan penulisan atau terlalu banyak
menggunakan kalimat ambigu membuat pembaca susah dalam
mengartikan apa yang dimaksud oleh si komunikator. Sama halnya yang
terjadi pada media elektronik seperti radio dan televisi. Penggunaan
banyak bahasa yang tidak familiar pada siaran radio, membuat pendengar
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter