Start Back Next End
  
31
Berbeda dengan media cetak yang mengharuskan penggunanya untuk dapat
membaca, radio merupakan media massa bersifat audio dimana penikmatnya cukup
mengandalkan indra pendengarannya sebagai alat untuk menerima pesan yang
dikirimkan. Radio yang dikenal sebagai media massa auditif, sangat mengandalkan
suara sang penyiar untuk menyampaikan pesan kepada pendengarnya. Radio bersifat
elektris dengan mengandalkan gelombang frekuensi untuk mengirimkan pesannya
serta membutuhkan peralatan elektronik untuk menerimanya. Daya rangsang yang
rendah juga dimiliki oleh radio, sehingga pesan persuasif dirasa kurang efektif jika
disampaikan melalui media radio. Daya jangkau yang besar dan biaya yang relatif
murah membuat media ini mudah dimiliki dan dapat dinikmati oleh banyak orang.
Media massa televisi merupakan media penyempurna dalam proses
komunikasi massa. Hal ini terlihat dari sifat media televisi yang dapat dinikmati
secara audio
maupun visual. Televisi telah mencangkup kedua sifat media cetak dan
radio, dimana penikmat tayangan televisi dapat melihat tayangan tersebut dengan
indra pengelihatan serta mendengar suara siaran melalui indra pendengaran secara
bersamaan. Televisi tidak hanya menyuguhkan format tulisan yang hanya dapat
dibaca seperti media cetak, namun para pengguna televisi juga dapat melihat gambar
bergerak disertai suara yang mendukung informasi tersebut. Informasi yang
disampaikan sebelumnya oleh media televisi dapat diperoleh kembali apabila stasiun
TV
tersebut menyiarkan tayangan yang sama, dalam dunia pertelevisian disebut
dengan siaran ulang. Sifat lainnya yang dimiliki oleh media televisi adalah, daya
rangsang yang sangat tinggi. Tingkat daya rangsang yang tinggi menjadikan televisi
sebagai media yang paling efektif dalam menyampaikan pesan yang bersifat
persuasif. Dengan menggunakan gelombang frekuensi untuk menyalurkan siaranya
kepada audience serta membutuhan peralatan elektronik dalam proses penyampaian
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter