Start Back Next End
  
58
Konsep sebuah program berawal dari sebuah gagasan, dimana sebuah
program produksi dapat tercipta dari orang-orang yang memiliki sebuah ide atau
gagasan. Pada tahap pembuatan konsep, seorang produser harus menentukan
program seperti apa yang ingin dibuat, karakteristik atau perwatakan si presenter, dan
alur program di setiap segmennya dalam bentuk rundown. Setelah proses
perancangan konsep jadi, barulah dibuat sebuah proposal atau yang biasa disebut
dengan desain produksi. Dalam desain produksi, tidak hanya terdapat rancangan
konsep program, tetapi juga terdapat tujuan program dan sasaran yang ingin dicapai.
Setelah rancangan tersebut selesai, barulah dikembangkan konsep tersebut
dengan pembuatan skenario dan perancangan adegan per-adegan. Rancangan ide dan
gagasan skenario serta adegan sulit untuk digambarkan melalui tulisan, sehingga
tenaga illustrator
dibutuhkan didalam tim produksi untuk membuat storyboard
dan
layout sebagai gambaran alur program di setiap segmennya.
Dalam sebuah produksi acara televisi, dibutuhkan seseorang yang akan
menjadi pengisi acara atau pemain pada program televisi yang disebut talent. Talent
merupakan seseorang yang memainkan sebuah tokoh yang memiliki peran dalam
sebuah acara atau program televisi. Biasanya pemilihan talent
dapat dilakukan
dengan cara mengadakan casting
terlebih dahulu, dimana casting
berfungsi untuk
mengetahui kemampuan yang dimiliki para talent.
Selanjutnya pada tahap ini, setiap kru diberikan pembagian tugas atau job
desk
sesuai dengan keperluan produksi. Pada dasarnya, proses produksi
membutuhkan sejumlah orang yang bekerja bersama-sama sebagai sebuah tim yang
disebut dengan tim produksi. Tim
produksi adalah orang-orang yang membantu
berjalannya sebuah produksi. Tim produksi terdiri dari:
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter