|
37
mengelaborasi proses belajar sosial dengan factor-faktor kognitif dan behavioralyang
mempengaruhi seseorang dalam proses belajar sosial.Teori ini memiliki peran dalam
mempelajari pengaruh dari isi media massa terhadap khalayak.
Baranowski, Perry, dan Parcel (1997 : 161)
menyatakan bahwa
reinforcement is the primary construct in the operant form of learning. Proses
penguatan merupakan bentuk utama dari cara belajar seseorang. Proses penguatan
juga merupakan konsep sentral dari proses belajar sosial.
Di dalam teori kognitif
sosial, penguatan bekerja melalui proses efek
menghalangi (inhibitory effects)
dan efek membiarkan (disinhibitory effects).
Inhibitory Effects
terjadi ketika seseorang melihat seorang model yang diberi
hukuman karena perilaku tertentu.
Sebagai contoh pada tayangan Jejak Petualang
dimana presenter, narasumber, dan juga materi memaparkan akibat yang akan terjadi
jika seseorang tidak menjaga kelestarian alam.
Sebaliknya, Disinhibitory Effects
terjadi ketika seseorang melihat model yang diberi penghargaan atau imbalan untuk
suatu perilaku tertentu, misalnya presenter memberikan reaksi yang positif terhadap
kegiatan yang tidak merusak kelestarian alam, materi pada tayangan berisikan
informasi yang bermanfaat mengenai penatingnya menjaga kelestarian alam,
narasumber memberikan apresiasi terhadap pihak
pihak yang turut menjaga
kelestarian alam,
serta lokasi pada tayangan yang senantiasa memperlihatkan
keindahan alam.
Efek-efek yang dikemukakan di atas tidak tergantung pada imbalan dan
hukuman yang sebenarnya, tetapi dari penguatan atas apa yang dialami orang lain
tapi dirasakan seseorang sebagai
pengalamannya sendiri (vicarious reinforcement).
Menurut Bandura, vicarious reinforcement
terjadi karena adanya konsep
pengaharapan hasil (outcome expectations) dan harapan hasil (outcome
|