Start Back Next End
  
39
Teori Kognitif Sosial juga mempertimbangkan pentingnya kemampuan sang
“pengamat” untuk menampilkan sebuah perilaku khusus dan kepercayaan yang
dipunyainya untuk menampilkan perilaku tersebut. Menurut Bandura (1977:191)
self-efficacy
atau efikasi
diri dan hal ini dipandang sebagai sebuah prasyarat kritis
dari perubahan perilaku. Misalnya dalam kasus tayangan tentang cara menanam
pohon
di televisi. Teori kognitif sosial menyatakan bahwa tak semua orang akan
menanam pohon. Dalam hal ini orang tersebut dianggap tidak mempunyai tingkat
efikasi diri yang cukup untuk belajar menanam pohon dari televisi.
Teori Kognitif Sosial memberikan sebuah penjelasan tentang bagaimana
perilaku bisa dibentuk melalui pengamatan pada model-model yang ditampilkan oleh
media massa. Efek dari pemodelan ini meningkat melalui pengamatan tentang
imbalan dan hukuman yang dijatuhkan pada model, melalui identifikasi dari
khalayak pada model tersebut, dan melalui sejauh mana khalayak memiliki efikasi
diri tentang perilaku yang dicontohkan di media.
Konsep Kognitif Sosial adalah penonton belajar dari apa yang mereka lihat
(observational learning). Di dalam hal ini setiap dimensi
tayangan Jejak Petualang
yang
terdiri dari presenter, materi, lokasi, dan narasumber adalah sebuah model.
Penonton “Jejak Petualang” yang sebagian besar adalah anak muda sudah dapat di
prediksi melakukan proses identification, yaitu penonton merasa ada kedekatan
psikologis dan berusaha meniru yang dilakukan atau dipaparkan oleh model tersebut.
2.6
Definisi Pengaruh
Pengertian pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:849)
yaitu
“Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang/benda) yang
ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang”.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter