|
19
diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan atau emosional. Sebagai
contoh : atribut tahan lama diterjemahkan menjadi manfaat fungsional
tidak perlu cepat beli lagi, atribut mahal diterjemahkan menjadi manfaat
emosional bergengsi, dan lain-lain.
3.
Nilai: merek mewakili nilai dari produknya. Misalnya jam tangan merek
Rolex yang memberikan nilai tinggi bagi penggunanya.
4.
Budaya: merek juga mewakili budaya tertentu. Kemajuan teknologi Jepang
menjadi representasi dari kerja keras dan kedisiplinan masyarakat Jepang.
5.
Kepribadian: merek mencerminkan kepribadian tertentu.
6.
Pemakai: merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau
menggunakan produk tersebut.
Memilih nama merek merupakan bagian yang menarik bagi perusahaan. Merek
dalam jangka panjang akan menjadi nama, sebuah representasi dari sesuatu.
Duane E.Knapp menuliskan bahwa nama adalah ekspresi pertama dan
barangkali yang paling besar dari sebuah merek. Nama menyusun sifat dari
semua ekspresi masa depan, dari identitas perusahaan untuk periklanan sampai
pengemasan. Kriteria untuk mengembangan nama merek yang efektif mencakup
beberapa hal berikut ( Rahman, 2010 : 205) :
a.
Ketersediaan
Pastikan bahwa nama dapat digunakan untuk suatu jenis tertentu dari produk
dengan melakukan pencarian merek dagang dan nama domain internet.
b.
Perlindungan
Harus dipertimbangkan untuk mendaftarkannya sebagai merek dagang
c.
Penerimaan
Sesuaikan nama tersebut dengan bahasa dan budaya tempat produk tersebut
akan dipasarkan
|