Start Back Next End
  
20
2.2.4
Air
Air bereaksi dengan semen sehingga semen terhidrasi
menjadi pasta semen
yang mengikat agregat dalam campuran beton. Jumlah air yang digunakan dalam
campuran beton mempengaruhi workability sehingga semakin besar jumlah air yang
digunakan akan membuat nilai slump
bertambah besar. Selain itu jumlah air
mempengaruhi nilai kuat tekan beton dimana dalam faktor air semen (FAS), jumlah
air yang digunakan berbanding terbalik dengan jumlah semen. 
Berdasarkan SNI-03-2847-2002 pasal 5.4,
Tata Cara Perhitungan Struktur
Beton Untuk Bangunan Gedung, syarat air yang digunakan dalam perancangan
campuran beton yaitu:
a.
Air yang digunakan pada campuran beton harus bersih dan bebas dari bahan
merusak yang mengandung oli, asam, alkali, garam, bahan organik, atau bahan
lainnya yang merugikan terhadap beton atau tulangan.
b.
Air pencampur yang digunakan pada beton prategang atau pada beton yang di
dalamnya tertanam logam alumunium, termasuk air bebas yang terkandung
dalam agregat, tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang
membahayakan.
c.
Air yang tidak dapat diminum tidak boleh digunakan pada beton, kecuali
ketentuan berikut terpenuhi:
Pemilihan proporsi campuran beton harus didasarkan kepada campuran beton
yang menggunakan air dari sumber yang sama.
Hasil pengujian pada umur 7 dan 28 hari pada kubus uji mortar yang dibuat
dari adukan dengan air yang tidak dapat diminum harus mempunyai
kekuatan sekurang-kurangnya sama dengan 90% dari kekuatan benda uji
yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Perbandingan uji kekuatan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter