Start Back Next End
  
8
Menurut SNI 15-2049-2004,
pasal 4, Semen Portland,
berdasakan jenis dan
penggunaannya, tipe semen portland dibagi menjadi 5 yaitu:
Jenis I yaitu semen portland
untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan
persyaratan-persyaratan khusus seperti yang diisyaratkan pada jenis-jenis lain.
Jenis II yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan
ketahanan terhadap sulfat atau kalor hidrasi sedang.
Jenis III yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan
kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.
Jenis IV yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan kalor
hidrasi rendah.
Jenis V yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan
ketahanan tinggi terhadap sulfat.
2.2.2
Agregat Kasar
Agregat kasar secara umum adalah kerikil hasil disintegrasi batuan atau disebut
batu pecah yang ukuran butirannya lebih dari 5 mm (PBI, 1971). Berdasarkan SNI
03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, ukuran
agregat kasar harus memenuhi persyaratan gradasi melalui analisa saringan sebagai
berikut:
Tabel 2.1 Analisa Agregat Kasar
Ukuran Saringan
% Lolos Saringan (Ayakan)
(Ayakan)
Ukuran
Maks.
Ukuran
Maks.
Ukuran
Maks.
mm
SNI
ASTM
inch
10 mm
20 mm 
40 mm
75,0
76
3"
3,00
-
-
100  -  100
37,5
38
1¹/2"
1,50
-
100  -  100
95  -  100
19,0
19
3
/
4
"
0,75
100  -  100
95  -  100
35  -  70
9,5
9,6
3
/
8
"
0,3750
50  -  85
30  -  60
10  -  40
4,8
4,8
no. 4
0,1870
0  -  10
0  -  10
0  -  5
Sumber : http://lauwtjunnji.weebly.com/gradasi--agregat-kasar.html (SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan
Rencana Campuran Beton Normal)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter