![]() 37
Air laut
0,45
Tipe II atau V
340
380
Sumber : SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
i.
Menentukan nilai faktor air semen yang digunakan
FAS yang digunakan berdasarkan nilai FAS terendah dari langkah g dan
langkah h.
j.
Menentukan nilai slump
Nilai slump yang ditentukan dapat diperoleh melalui tabel 2.11.
Tabel 2.11 Penetapan Nilai Slump (cm)
Pemakaian Beton
Maksimum
Minimum
Dinding, plat pondasi dan pondasi
telapak bertulang
12,5
5,0
Pondasi telapak tidak bertulang, kaison
dan struktur di bawah tanah
9,0
2,5
Plat, balok, kolom dan dinding
15
7,5
Pengerasan jalan
7,5
5,0
Pembetonan masal
7,5
2,5
Sumber : SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
k.
Menentukan besar butir agregat maksimum
Pada beton normal ada 3 pilihan besar butir maksimum, yaitu 40 mm, 20 mm,
atau 10 mm. Penetapan besar butir agregat maksimum dilakukan berdasarkan
nilai terkecil dari ketentuan-ketentuan berikut:
Tiga perempat kali jarak bersih minimum antar baja tulangan atau berkas baja
tulangan.
Sepertiga kali tebal plat.
l.
Menentukan kebutuhan air
Kebutuhan air berdasarkan ukuran maksimum agregat, jenis agregat, dan slump
yang diinginkan sesuai tabel 2.12.
|