![]() 41
Air laut
0,45
Tipe II atau V
340
380
Sumber : SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
o.
Penyesuaian kebutuhan semen
Apabila kebutuhan semen yang diperoleh dari langkah m ternyata lebih sedikit
daripada kebutuhan semen minimum (pada langkah n), maka kebutuhan semen
yang digunakan yaitu yang nilainya lebih besar.
p.
Penyesuaian jumlah air dan FAS
Jika jumlah semen ada perubahan akibat langkah o maka nilai faktor air semen
berubah. Dalam hal ini dapat dilakukan dua cara berikut:
Faktor air semen dihitung kembali dengan cara membagi jumlah air dengan
jumlah semen minimum.
Jumlah air disesuaikan dengan mengalikan jumlah semen minimum dengan
faktor air semen.
q.
Menentukan gradasi agreagat halus
Gradasi agregat halus yang akan digunakan dapat ditentukan berdasarkan tabel
2.14.
Tabel 2.14 Batasan Susunan Butiran Agregat Halus
Ukuran Saringan
% Lolos Saringan (Ayakan)
(Ayakan)
Pasir
Kasar
Pasir
Sedang
Pasir Agak
Halus
Pasir
Halus
mm
SNI
ASTM
inch
Gradasi
No. 1
Gradasi
No. 2
Gradasi No. 3
Gradasi
No. 4
9,50
9,6
3
/
8
"
0,3750
100 - 100
100 - 100
100 - 100
100 - 100
4,75
4,8
no. 4
0,1870
90 - 100
90 - 100
90 - 100
95 - 100
2,36
2,4
no. 8
0,0937
60 - 95
75 - 100
85 - 100
95 - 100
1,18
1,2
no. 16
0,0469
30 - 70
55 - 90
75 - 100
90 - 100
0,60
0,6
no. 30
0,0234
15 - 34
35 - 59
60 - 79
80 - 100
0,30
0,3
no. 50
0,0117
5 - 20
8 - 30
12 - 40
15 - 50
0,15
0,15
no. 100
0,0059
0 - 10
0 - 10
0 - 10
0
-
15
Sumber : http://lauwtjunnji.weebly.com/gradasi--agregat-halus.html (SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan
Rencana Campuran Beton Normal)
|