![]() Gambar 2.1.3.1d Data minat terhadap isi publikasi
Melalui survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
a)
Dari 107 responden, seluruhnya (100%) pernah mengonsumsi
kerupuk Indonesia. Hal ini menunjukkan jika para responden
minimal mengetahui bentuk dan rasa kerupuk Indonesia.
b)
Terdapat 71 responden (81%) berminat untuk mengetahui lebih
jauh mengenai kerupuk Indonesia, dan hanya 17 responden (19%)
yang menyatakan kurang tertarik. Hal ini menunjukkan adanya
keinginan untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai kerupuk
Indonesia. Dengan kata lain, terdapat potensi minat untuk
mengapresiasi kerupuk Indonesia.
c)
Mayoritas responden memiliki ketertarikan besar terhadap
Informasi Jenis-Jenis Kerupuk di Indonesia (43%), diikuti
Informasi Proses Pembuatan Kerupuk (27%) dan Pembahasan
Peran Kerupuk dalam Beberapa Bidang (15%). Pembahasan Resep
dikesampingkan mempertimbangkan arah publikasi yang tidak
ingin dibawa ke arah tipikal buku kuliner di Indonesia yang sudah
ada. Ketertarikan pada tiga poin diatas tersebut yang menjadi
landasan dasar untuk isi konten dalam buku kelak.
2.1.4 Data Narasumber
Untuk data tambahan dan penambah informasi,
penulis
melakukan
wawancara dengan sejarawan kuliner dan jurnalis, Fadly Rahman.
2.1.4.1 Hasil Wawancara
Dikarenakan kesibukan waktu dan keberadaan narasumber yang
sedang berada di luar kota selama beberapa bulan dalam rangka penelitian,
wawancara terpaksa dilakukan via telepon. Dalam wawancara yang
dilakukan pada Selasa, 19 Maret 2013, narasumber mengatakan bahwa
penelitian sejarah di Indonesia merupakan hal yang cukup sulit, terutama
jika mengangkat tema kuliner Indonesia yang rata-rata tidak memiliki asal
usul yang jelas. Dalam penelitian ini, narasumber memberikan saran untuk
melakukan penelusuran sejarah kerupuk berdasar dari bahan dasarnya.
Beliau juga memberikan beberapa rekomendasi buku literatur yang
|