Start Back Next End
  
VII ia pindah ke sekolah lain yaitu HIS Taman Siswa, namun belum genap satu tahun Soedirman
belajar disana, sekolah itu terpaksa ditutup karena kekurangan dana. Ketika Soedirman ingin
kembali ke HIS Gubernemen, ia ditolak oleh sekolah itu dan akhirnya Soedirman masuk ke
sekolah Wiworotomo di Cilacap.
Di Wiworotomo Soedirman dikenal tidak sombong padahal dia adalah anak priyayi, ia
juga tidak suka di panggil ndroro sebagaimana layaknya diucapkan masyarakat untuk
menghargai keturunan priyayi.  Karena Soedirman sering membimbing kawan-kawanya
sehingga ia dikenal sebagai “pembantu guru” atau sering disebut dengan “guru kecil”. 
Apalagi di Wiworotomo ini Soedirman juga mendapat didikan guru-guru yang
merupakan tokoh pergerakan anti Belanda, seperti R.Sumoyo tokoh BU,dan R.Suwarjo
Tirtosupono, seorang lulusan Akademi Militer Breda di Belanda, tetapi ia tidak mau menjadi
tentara KNIL dan memilih menjadi orang pergerakan. Selain itu ada R. Moh.Kholil, seorang
tokoh Muhammadiyah yang juga ikut membimbing Soedirman. Dari R. Sumoyo, Soedirman
mendapat
pelajaran tentang paham dan gerakan nasional. Dari R. Suwarjo Tritosupono, ia
mendapat pelajaran tentang kedisiplinan dan jiwa kemiliteran seperti kegiatan kepanduan.
Sedang dari R. Moh. Kholil, ia mendapat ajaran-ajaran agama. Semua ajaran guru-gurunya itu
telah menyatu pada diri Soedirman sehingga ia tumbuh menjadi pemuda yang matang, saleh dan
memiliki kedisplinan yang tinggi.
Soedirman aktif di organisasi Ikatan Pelajar Wiworotomo, Dalam bidang seni Soedirman
ikut Band Wiworotomo. Selain itu ia termasuk salah seorang pemain sandiwara yang cukup
dikenal di kalangan sekolah dan masyarakat Cilacap. Sementara dalam bidang olahraga
Soedirman sangat berbakat dalam bidang sepak bola. Ia dikenal sebagai back yang cukup
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter