Start Back Next End
  
angkatnya  yang dari golongan priyayi. Dari Siyem Soedirman di ajarkan tentang
Kesederhanaan, laku prihatin, kerja keras. Oleh karena itu Soedirman kecil sudah terbiasa
melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan atau jarang sekali dilakukan oleh para
kaum priyayi, yaitu Soedirman sering memebersihkan rumah,menyirami tanaman, mencuci
piring dan menimba air untuk mandi. Sementara dari ibu angkatnya Soedirman di ajarkan
berbagai budaya dab adiluhung, seperti adat istiadat, sopan santun, unggah-ungguh, dan
menghargai akhlak yang luhur. Soedirman tumbuh menjadi anak yang sangat santun, ramah,
tidak pernah menyakiti dan tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor.Soedirman kecil juga
patuh dan sangat hormat kepada orang tua meskipun cara-cara tersebut termasuk dengan adat
yang mungkin kalau di zaman sekarang dinilai feodal.
Dari sisi lain, peran ayah angkatnya juga sangat penting dalam upaya membentuk pribadi
Soedirman. Dengan melalui kisah-kisah kesatriaan dan kebegawanan dalam dunia pewayangan,
telah banyak andil dalam menumbuhkan sikap ksatria, disiplin, pemberani, tegar menghadapi
berbagai persoalan dan mulai tumbuh jiwa pengabdiannya.Soedirman menjadi anak yang patuh
dan hormat kepada orang tua, jujur, sederhana, nerimo, disiplin, dan pemberani sekalipun
pendiam.
Soedirman pada saat kecil suka sekali belajar mengaji di surau. Di surau itu Soedirman
diajar kan mengaji oleh K.H.Qahar,di samping K.H.Qahar banyak guru yang mengajarkan dia
tentang agama  di sekolahnya yang terkenal misalnya Pak Saidun dan R. Moh. Kholil Marto
Saputro. Soedirman tubuh menjadi anak yang taat beribadah dan taat pada ajaran agama islam.
Pada umur 7 tahun Soedirman bersekolah di HIS Gubernemen, Soedirman bisa masuk
sekolah itu karena jabatan yang dimiliki oleh ayah angkatnya. Ketika Soedirman naik ke kelas
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter