Start Back Next End
  
32
2. Memakan camilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga
anak tidak merasa lapar
Seperti mengkonsumsi permen, minuman ringan, coklat, hingga
snack
ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah
kekenyangan.
3.  Minum susu terlalu banyak
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan istimewa yang
bisa menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur & lauk
pauknya. Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan
kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga
makanan diganti dengan susu. 
4.
Terpengaruh Kebiasaan Orang Tua
Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya,
terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortangtua nya
yang mempengaruhi perilaku makan anak. Misalnya anak yang
tumbuh dalam lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet),
akan mengembangkan perilaku malas makan juga.
5. Munculnya sikap negativistik (fase normal yang dilewati tiap
anak)
Pada usia diatas 2 tahun, anak sering “membangkang” atau tidak mau
patuh. Saat makan  tiba, anak terkadang bilang  tidak dan memilih
milih makanan .Makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini
disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal
yg dilalui tiap anak usia balita.
6. Tidak menyukai rasa sayuran karena lebih memilih makanan siap
saji dan berbumbu 
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter