Start Back Next End
  
24
5.
Perilaku pasca pembelian
Perilaku setelah pembelian merupakan tahap proses keputusan pembeli
konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada
kepuasan atau ketidak puasan mereka terhadap produk yang telah digunakannya. 
Menurut (Kotler dan Armstrong,
2004, p228) Penentu puas tidak pusanya
pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen dan kinerja produk yang
dirasakan. Jika produk jauh di bawah harapan konsumen, maka konsumen kecewa;
jika produk memenuhi harapannya, konsumen terpuaskan; jika melebihi harapannya,
maka konsumen akan sangat senang.
2.2.5 Analisis SWOT
Tahap yang pertama adalah situation analysis dimana pada tahap ini hal yang
dilakukan adalah mendapatkan
informasi-informasi baik dari lingkungan internal
perusahaan maupun eksternal dengan
tujuan meginformasikan strategi (Chaffey,
Chadwick, Johnston, Mayer, 2006, p. 42). Selai itu, terdapat environmental scanning,
yaitu
kegiatan memantau segala yang terjadi pada lingkungan perusahaan yang
dilakukan secara berkala dan juga harus ditanggapi (Chaffey, Chadwick, Johnston,
Mayer, 2006, p. 42).
Tahapan selanjutnya apabila kita telah mendapatkan segala
informasi yang dibutuhkan maka informasi-informasi  dapat dianalisis dengan SWOT. 
Tabel
SWOT itu sendiri adalah sebuah tabel
yang dapat kita gunakan untuk
mengelompokan dan mencatat apa saja yang menjadi Strength (kekuatan) dan
Weakness (kelemahan) dari perusahaan, selain itu kita juga mengelompokan informasi
tadi ke dalam opportunity
(peluang) yang dimiliki perusahaan dan juga threats
(ancaman) yang mungkin dapat membahayakan perusahaan. Namun perlu diketahui
dalam sebuah table SWOT yang baik, table tersebut
tidak hanya digunakan untuk
mengklasifikasikan Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats tetapi dia juga bisa
digunakan untuk mendapatkan sebuah strategi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter