|
15
Gangguan sistem hormon
Obesitas juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak
gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada
wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal
(hiperandrogenisme, hirsutisme) dan gangguan siklus menstruasi.
Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat.
Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinasi). Misalnya jerawatan, distribusi
bulu-bulu di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat
seperti suara lelaki. Pada wanita, obesitas juga meningkatkan resiko timbulnya
batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental.
Meningkatkan resiko penyakit ganas
Hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami
menopause, obesitas meningkatkan resiko timbulnya kanker rahim (endometrium)
dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan
resiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal).
Gangguan psikologi
Orang dengan obesitas juga seringkali mengalami gangguan psikologis
berupa rasa rendah diri, depresi. Terlebih lagi bila lingkungan disekitarnya tidak
memberikan dukungan, melainkan malah mengolok-oloknya.
(Acandra. 27 Desember (2009). 7 Penyakit yang Mengintai Si Gemuk, diakses 18 Juli
2013 dari http://health.kompas.com)
|