Start Back Next End
  
12
2.4.4
Mekanisme E-Commerce
Iqbal (2011) mengatakan customer yang hendak memilih belanjaan
yang akan dibeli bisa menggunakan ‘Shopping Cart’ untuk menyimpan
data tentang barang – barang
yang telah dipilih dan akan dibayar. Konsep
Shopping Cart’ ini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang
untuk berbelanja di pasar swalayan.‘Shopping Cart’ biasanya berupa
formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan
HTML.Barang-barang
yang sudah dimasukkan ke ‘Shopping Cart
masih
bisa di-cancel, jika customer berniat untuk membatalkan membeli barang
tersebut.
Jika customer
ingin
membayar untuk barang yang telah dipilih, ia
harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas
customer serta nomor kartu kredit. Karena informasi ini bisa
disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa
e-commerce
telah mengusahakan agar pengiriman data –
data
tersebut
berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu. 
Setelah customer mengadakan transaksi, pihak retailerakan
mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pengiriman langsung ke
rumahcustomer. Customer
bisa melacak tracking
status secara langsung
dengan memasukkan nomor resi pengiriman pada website jasa pengiriman
tersebut.Namun ada juga beberapa Online Shop
yang menyediakan
layanan transaksi COD (Cash on Delivery) selain karena faktor kebiasaan,
juga karena faktor kepercayaan customer tersebut yang kurang memiliki
kepercayaan yang cukup terhadap mekanisme jual beli online
seperti ini.
Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada gambar 2.1.
Berikut ini adalah gambaran tentang mekanisme E-Commerce :
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter