|
18
2.3
Persediaan
2.3.1.
Pengertian Persediaan
Persediaan pada umumnya merupakan salah satu jenis aktiva lancarr yang
jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Hal ini mudah dipahami karena
persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran sistem operasi
perusahaan. Persediaan juga merupakan bentuk investasi, dari mana keuntungan
(laba) bisa diharapkan melalui penjualannya di kemudian hari.
Menurut Assuari (2008: 169) persediaan adalah suatu aktiva yang meliputi
barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode
usaha yang normal, atau persediaan barang-barang yang masih dalam
pengerjaan/proses produksi, atau persediaan bahan baku yang menunggu
penggunaannya dalam proses produksi.
Menurut jurnalnya, Inventory is going to be used at the customer's discretion
and then either shipped back to the customer for further processing or shipped to the
customer's customer yang artinya Persediaan digunakan untuk kebijaksanaan
pelanggan dan pengiriman balik ke pelanggan untuk proses pengiriman lebih lanjut
pada pelanggan ke pelanggan.
Menurut Nasution, Arman Hakim (2006
: 103), persediaan adalah sumber
daya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut. Proses lebih
lanjut adalah berupa kegiatan produksi dalam sistem manufaktur, kegiatan
pemasaran pada sistem distribusi ataupun kegiatan konsumsi pangan pada sistem
rumah tangga. Persediaan merupakan sumber daya disamping yang dapat digunakan
untuk memuaskan kebutuhan sekarang dan yang akan datang. Bahan baku, barang
dalam proses dan barang jadi merupakan contoh dari persediaan. Semua organisasi
memiliki tipe
tipe sistem pengendalian dan perencanaan persediaan. Perusahaan
selalu berusaha untuk mengurangi biaya dengan mengurangi tingkat persediaan di
tangan (on hand), sementara itu di sisi lain pelanggan menjadi sangat tidak puas
ketika jumlah persediaan mengalami kehabisan (stock out). Oleh karena itu
perusahaan harus mengusahakan terjadinya keseimbangan antara investasi
|