|
31
time karena sering kali terjadi variasi. Variasi ini disebabkan oleh
fluktuasi lama lead time dan tingkat permintaan rata-rata.
3.
Permintaan dengan distribusi empiris.
Metode ini didasarkan pada pengalaman empiris dimana dalam penentuan
stock didasarkan pada kondisi riil yang dihadapi oleh perusahaan.
4.
Permintaan distribusi normal
Permintaan yang dilakukan oleh beberapa pelanggan memiliki
jumlah yang bebeda-beda, walaupun demikian dengan menggunakan
asumsi permintaan bersifat total akan dapat dilakukan perhitungan
dengan distribusi normal.
5.
Permintaan berdistribusi Poisson
Pada saat jumlah permintaan total merupakan permintaan dari beberapa
pelanggan dimana setiap pelanggan hanya membutuhkan sedikit barang,
maka sedikt sekali kemungkinan produsen akan memenuhi kebutuhan
satu pelanggan dalam jumlah yang besar.Dengan adanya rata-rata tingkat
pemesanan yang konstan dan interval waktu jumlah pemesanan tidak
tergantung pada yang lainnya,maka penentuan safety stocknya
dapat
menggunakan pendekatan distribusi poisson dengan syarat jumlah
permintaan rata-rata selama lead time sama atau kurang dari 20.
6.
Lead time tidak pasti
Adanya jumlah permintaan yang tidak pasti pada periode tertentu akan
berakibat lead time
untuk setiap siklus pemesanan bervariasi. Untuk itu
perusahaan akan berusaha menyediakan safety stock atau buffer
stock selama lead time.
7.
Biaya stock out
Peningkatan biaya penyimpanan akan meningkat service level, sehingga
semua usaha yang digunakan untuk menutup semua level yang
|