|
32
memungkinkan pada saat terjadi lead time permintaan merupakan tujuan
yang sangat sulit dicapai. Untuk semua produk, permintaan
maksimum akan lebih murah dibandi nngkan dengan terjadinya
stockout.Permasalahannya adalah menentukan tingkat safety stock
yang
dapat menyeimbangkan biaya penyimpanan dengan biaya safety stockout.
Untuk menafsir besarnya safety stock, dapat dipakai cara yang relatif
lebih teliti yaitu dengan metode sebagai berikut :
1)
Metode Perbedaan Pemakaian Maksimum dan Rata-Rata.
Metode ini dilakukan dengan menghitung selisih antara pemakaian
maksimum dengan
pemakaian rata-rata dalam jangka waktu tertentu
(misalnyaperminggu), kemudian selisih tersebut dikalikan dengan lead time.
Safety Stock = (Pemakaian Maksimum Pemakaian Rata-Rata) Lead Time
2)
Metode Statistika. Untuk menentukan besarnya safety stock
dengan
metode ini, maka dapat digunakan program komputer kuadrat terkecil (least
square).
2.4.2
Meminimalisasi Biaya
Tujuan dari kebanyakan model persediaan adalah untuk meminimisasi biaya
total (keseluruhan). Dengan biaya
biaya yang biasanya ada di perusahaan, biaya
yang signifikan adalah biaya pemasangan (pemesanan) dan biaya penahanan
(penyimpanan). Biaya
biaya yang lainnya, seperti biaya persediaan itu sendiri,
sifatnya konstan. Maka, dengan meminimisasi jumlah biaya pemasangan dan
penahanan, kita juga meminimisasi biaya total.
Dengan model EOQ, jumlah pesanan yang optimal akan muncul di titik
dimana biaya pemasangan totalnya sama dengan biaya penahanan total.
Adapula persamaan yang langsung mencari nilai Q* atau EOQ, tahapannya adalah :
1.
Mengembangkan persamaan untuk biaya pemasangan atau pemesanan
2.
Mengembangkan persamaan untuk biaya penahanan
atau
penyimpanan
|