Start Back Next End
  
22
Metode studi yang terpenting adalah wawancara
dengan pemakaian sistem dan pimpinannya yang berhubungan
dengan sistem yang berjalan. Pada umumnya wawancara di
dalam studi kelayakan akan dilakukan terhadap pimpinan
menengah keatas, yang akan menjelaskan sistem tersebut
sampai batas pengertian yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil
wawancara dan kegiatan pengumpulan data lainnya, dapat
disajikan suatu gambaran awal tentang keuntungan atau
penghematan biaya yang akan diperoleh dari sistem yang
diusulkan.
c.
Membuat Kesimpulan dari Hasil Studi Kelayakan
Kegiatan studi kelayakan dimulai dengan pembahasan
hasil kajian awal. Kesimpulan ini akan menjadi dasar untuk
membuat rencana kerja yang meliputi penentuan tugas-tugas,
penunjukkan personel untuk menangani tugas-tugas tersebut
dan waktu yang dialokasikan untuk menangani tugas-tugas
tersebut serta kapan tugas tersebut akan dapat diselesaikan.
2.2.1.5 Kategori Kelayakan usulan Sistem
Menurut O’Brien (2008, p451), Kelayakan usulan
sistem bisnis dapat dievaluasi dalam empat kategori besar,
yaitu :
a.
Kelayakan Organisasional (organizational feasibility)
berfokus pada sebaik apakah dukungan sistem diusulkan
terhadap prioritas bisnis strategis organisasi.
b.
Kelayakan Ekonomi (economic feasibility) berhubungan
dengan apakah penghematan biaya, peningkatan
pendapatan, peningkatan keuntungan, penggurangan
investasi yang diperlukan, dan manfaat lain yang
diharapkan akan melebihi biaya pengembangan dan biaya
operasional sistem yang diusulkan. Sebagai contoh, jika
usulan sistem sumber daya manusia tidak bisa
menutupi
biaya pengembangannya, maka usulan itu tidak akan
disetujui, kecuali dimandatkan oleh peraturan pemerintah
atau pertimbangan bisnis strategis.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter