Start Back Next End
  
23
c.
Kelayakan Teknis (technical feasibility) dapat
direkomendasikan jika hardware dan software yang dapat
diandalkan dan mampu memenuhi kebutuhan sistem yang
diusulkan, bisa
diperoleh atau dikembangkan oleh bisnis
dalam waktu yang dibutuhkan.
d.
Kelayakan Operasional (operational feasibility) adalah
kemauan dan kemampuan manajemen, karyawan,
pelanggan, pemasok, dan pihak lain yang mengoperasikan,
menggunakan, dan mendukung sistem yang diusulkan.
Sebagai contoh, jika software
yang digunakan untuk
sistem bisnis baru terlalu sulit digunakan, pelanggan dan
karyawan mungkin sekali melakukan banyak kesalahan
dan tidak mau menggunakannya lagi. Jika hal ini terjadi
artinya gagal memenuhi kelayakan operasional.
2.2.2
Analisis Biaya dan Manfaat
Menurut Tata Sutabri
(2012, h122), Untuk pengembangan
sistem informasi dengan investasi yang relatif besar perlu dibuat
analisis biaya dan manfaat untuk mengetahui apakah investasi tersebut
layak dikerjakan atau tidak. Beberapa metode yang umum dan lazim
digunakan dalam proses analisis sistem adalah seperti metode periode
pengembalian (payback period), metode pengembalian investasi
(return on investment), dan metode nilai sekarang (net present value).
Investasi yang dikeluarkan untuk
mengembangkan atau
membangun sistem informasi tersebut merupakan sumber daya untuk
mendapatkan manfaat dimasa mendatang. Jika manfaat yang
diharapkan atau diperoleh lebih kecil dari sumber daya yang
dikeluarkan, maka berarti sistem informasi tersebut tidak memiliki
nilai dan tidak layak untuk dibangun atau dikembangkan. Oleh karena
itu, sebelum sistem informasi tersebut dikembangkan perlu dihitung
nilai ekonomisnya.
Teknik untuk menilai ini disebut dengan teknik analisis biaya
dan manfaat. Teknik ini disebut juga dengan analisis efektifitas.
Keuntungan dari pengembangan atau pembangunan sistem informasi
tidak semuanya mudah untuk diukur secara langsung dengan nilai
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter