|
5
balik yang memberikan informasi bahwa username
telah
digunakan.
4)
Desain dialog untuk menghasilkan penutupan
Urutan-urutan dari tindakan yang ada harus diatur
menjadi kelompok yang berisikan bagian awal, tengah, dan
akhir. Umpan balik informatif pada kumpulan tindakan yang
ada akan
memberikan indikasi bahwa tindakan sudah
dilakukan dengan benar dan mempersiapkan kelompok
tindakan berikutnya.
5)
Penawaran penanganan kesalahan yang sederhana
Sebisa mungkin, buat desain sistem yang mencegah
pengguna melakukan kesalahan fatal. Jika kesalahan terjadi,
sistem harus dapat mendeteksi kesalahan dengan cepat dan
memberikan mekanisme penanganan kesalahan yang mudah
dan sederhana.
6)
Memungkinkan pembalikan tindakan yang mudah
Fitur ini bertujan untuk mengurangi kekhawatiran
pengguna karena
pengguna
mengetahui kesalahan yang
dilakukan dapat dibatalkan. Sehingga mendorong pengguna
dalam menjelajah pilihan-pilihan yang asing.
7)
Mendukung pusat kendali internal (internal locus of control)
Membuat pengguna menjadi pengontrol sistem dan
sistem akan merespon tindakan yang dilakukan oleh
pengguna. Hal ini dilakukan agar pengguna tidak merasa
dikontrol oleh sistem yang ada. Sebaiknya sistem dirancang
sedemikian rupa sehingga pengguna dapat mengontrol
program-program yang ada pada sistem.
8)
Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Keterbatasan manusia dalam mengolah informasi
jangka pendek memerlukan sesuatu yang dapat ditampilkan
namun disimpan dalam bentuk sederhana. Sebaiknya
pengguna diberikan cukup waktu pelatihan untuk kode,
Mnemonic, dan urutan tindakan.
|