|
7
BAB 2
Tinjauan Pustaka
2.1
Landasan Teori
2.1.1
Artificial Intelligence (AI)
Sebagaimana yang dikemukakan Sri Kusumadewi (2003, h1) bahwa
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan salah satu bagian ilmu
komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan
seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Pada awalnya, komputer
dirancang hanya untuk membantu melakukan perhitungan matematika, namun
tidak dapat dipungkiri kemajuan AI yang sangat signifikan mendorong
perkembangan AI di segala bidang sehingga semakin memungkinkan munculnya
mesin (komputer) yang memiliki kecerdasan setingkat atau lebih baik dari
manusia di masa depan.
Menurut Russell dan Norvig (1995, h5) untuk memenuhi tujuan
pembuatan mesin yang memiliki kinerja seperti manusia dibutuhkan empat jenis
pendekatan yaitu mesin dapat berpikir seperti manusia, berperilaku seperti
manusia, berpikir secara rasional, dan berperilaku secara rasional. Secara
historis, keempat pendekatan tersebut telah dilakukan. Pendekatan tersebut
dibagi ke dalam dua kelompok yaitu pendekatan yang berpusat pada manusia dan
pendekatan yang berpusat pada rasionalitas. Pendekatan yang berpusat pada
manusia berupa ilmu empiris yang melibatkan hipotesis dan konfirmasi
eksperimen. Sedangkan pendekatan yang
berpusat pada rasionalitas melibatkan
kombinasi dari ilmu matematika dan teknik.
2.1.1.1
Pendekatan yang berpusat pada manusia
a. Mesin dapat berperilaku seperti manusia (acting humanly):
Dipenuhi dengan melakukan Turing Test yang diusulkan Alan
Turing pada tahun 1950. Inti dari tes ini adalah komputer
diinterogasi oleh manusia melalui teletype, dianggap berhasil
|