|
20
misalnya karena p enggunaan bahan yang lebih besar dari perkiraan semula atau
keterlambatan dalam penerimaan bahan yang dipesan.
Menurut Heizer dan Render (2010: 99) model-model persediaan sederhana
mengasumsikan sebuah pesanan akan diterima saat itu juga. Dengan kata lain,
mereka men gasumsikan sebuah perusahaan akan menempatkan sebuah pesanan
ketika tingkat persediaannya untuk barang tertentu tersebut mencapai nol dan
perusahaan akan menerima barang yang dipesan secara langsung. Bagaimanapun
juga, waktu antara penempatan dan penerimaan sebuah pesanan, disebut waktu
tunggu (lead time) atau waktu pengantaran, bisa jadi hanya beberapa jam atau bisa
juga mencapai beb erapa bulan. Jadi, keputusan kapan harus memesan biasan ya
dinyatakan dengan menggunakan sebuah titik pemesanan ulang (reorder point
ROP). Titik pemesanan ulang adalah tingkat (titik) persediaan dimana tindakan harus
diambil untuk mengisi kembali persediaan barang.
Untuk permintaan pr oduk yang tidak pasti (tidak konstan) dapat
meningkatkan kehabisan persediaan. Salah satu metode untuk menguran
kehabisan
persediaan adalah men yimpan unit-unit tambahan dalam persediaa
Seperti yang
telah kita catat, persediaan seperti ini biasanya disebut persediaa
pengaman (Heizer
dan Render: 2010, 109).
Dalam menentukan persediaan pengaman (safety stock), dipengaru
oleh
tingkat pelayanan (service level). Menurut Heizer dan R ende
(2010: 109) tingkat
pelayanan (service level) adalah komplemen
dari probabilitas kehabi
persediaan.
Sebagai contoh, jika probabilitas kehabisan persediaan adalah 0,0
maka tingkat
pelayanannya adalah 0,95.
Den gan demikian, ROP dapat dihitung dengan ru mus:
ROP = d x L + safety stock
Dan safety stock dapat dihitung den gan rumus:
Safety stock = Z x s x
Dimana:
ROP = titik ulang pemesanan
|