|
16
dipesan setiap k ali pemesanan, dan kapan pemesanan itu harus dilakukan. Dalam
menentukan jumlah yan g dipesan pada setiap kali pemesanan, pada dasarnya harus
dipertemukan dua titik ekstrim yaitu memesan dalam jumlah yang sebesar-besarn ya
untuk meminimumkan ordering cost dan memesan dalam jumlah yang sekecil-
kecilnya untuk meminimumkan carrying cost .
Heizer dan Render (2010: 91) menyatakan, biaya-biaya yang perlu
diperhitungkan disaat mengevaluasi masalah persediaan, diantaran ya:
1. Biaya p emesan an (ordering cost)
Merupakan total biaya pemesanan dan pengadaan baran g sehingga siap untuk
dipergunakan atau diproses lebih lanjut. Mencakup biaya-biaya d ari persediaan,
formulir, proses pemesanan, pembelian, dukungan administrasi dan sebagain ya.
Ketika pesanan sedang d iproduksi, biaya pesanan juga ada, tetapi mereka adalah
bagian dari biaya pen yetelan.
2. Biaya p enyetelan (setup cost)
Merupakan biaya untuk mempersiapkan sebuah mesin atau proses untuk
membuat sebuah pesanan. Ini menyertakan waktu dan tenaga kerja untuk
membersihkan serta mengganti peralatan atau alat penahan. Manajer operasi
dapat menurunkan biaya pemesanan dengan mengurangi biaya penyetelan serta
menggunakan prosedur yan g efisien, seperti pemesanan dan pembayaran
elektronik.
3. Biaya p enyimp anan (holding cost)
Merupakan biaya yang terkait den gan menyimpan atau membawa persediaan
selama waktu tertentu. Oleh karena itu, biaya penyimpanan juga mencakup biaya
barang using dan biaya yang terkait dengan penyimpan an, seperti asuransi,
pegawai tambahan, dan pembayaran bunga. Banyak perusahaan yan g tidak
berhasil menyertakan semua biaya pen yimpanan persediaan. Akibatnya, biaya
penyimpanan persediaan sering ditetapkan kurang dari sebenarn ya.
2.3.5 Manajemen dan Pengendalian Persediaan
Menurut Pramana, F. G. (2011: 25) pengendalian persediaan merupakan
tindakan yan g sangat penting dalam menghitung berapa jumlah optimal tingkat
persediaan yang diharuskan, serta kapan saatnya mulai mengadakan pemesanan
kembali. Pengendalian persediaan merupakan faktor yang cukup kuat dalam
menentukan keberhasilan untuk mencapai tujuan yan g telah terencana, pengendalian
|