|
16
Melatih daya inga t dengan antara lain bermain jualan atau
menyampaikan be rita.
Membuat permainan dari kertas.
Menganal tuga s dan larangan larangan yang ada.
Melakukan aktivita s sehari
hari (makan sendiri, minum sendiri,
control buang air besar maupun kec il sendiri).
c. Periode Per kembangan Anak menurut Maria Montessori
Maria Montessori mengide ntifikasi 2 (dua) periode perkembangan anak secara
garis besar pada ta hapan yang diberi nama tahapa n otak penyerap, yaitu periode
pertama dimana anak berusia 1 3 ta hun da n fa se kedua dimana anak berusia 3 6
tahun. (Gutek Lee Gerald, 2013;79-81)
1 3 tahun, ketika otak sang anak berfungsi secara tak sa dar dan pembelajaran
dihasilkan dari intera ksi dan respon terhadap rangsanga n lingkungan. Selama
periode penting ini, ana k anak mulai memperoleh baha sa dan kebudayaan dari
lingkungan dimana mereka dilahirka n (keluarga ).
3 6 tahun, anak semakin sadar dan terarah dalam aktivitas-aktivita s me reka dan
dalam mengeksplorasi lingkungan. Maria Montessori mencirikan fase ini
sebaga i penye mpurnaan konstruktif. Aktivitas-aktivitas anak pada fase ini
diperlukan untuk membangun kemandirian pada anak. Pada fase ini sang anak
butuh menemukan tugas-tugas ata u kegiata n-ke giata n yang merangsang
keterta rikannya dan butuh untuk belajar bagaimana melaksanakan dan
me nyelesaikan tugas dengan benar. Pada fase ini sangat signifikan ba gi
perkembanga n dan pendidika n berikutnya. (Gutek Lee Gerald, 2013;7981)
Setelah itu Maria Montessori membagi lagi menjadi 9 (sembila n) masa peka
anak, yakni : (Elizabeth G. Hainstock, 2002;10)
0 3 tahun : Masa penyera pan total (perkenalan dan pengalaman panca indra
atau sensorik) serta masa peka terhadap keteraturan dan mulai
mencintai rutinitas dan munc ullah keingintahuan yang konsisten.
1,5 3 tahun : Perkembangan bahasa.
1,5 4 tahun : Perkembangan dan koordinasi antara mata dan otot otonya.
Mulai dapat mengge nggam (aktivitas yang disukai anak pada
masa ini seperti membuka/menutup benda, memasukkan benda
|