Home Start Back Next End
  
21
12. Toilet
Letak  toilet  sebaiknya  berdekatan  dengan  ruang  kela s  sehingga  anak  tidak 
membuang  waktu untuk  mencapai  toilet, a tau  toilet  sebaiknya  menjadi  bagian 
dari ruang kelas sehingga dapat digunakan sewaktu – wa ktu. 
Dan  menurut  Anita  Rui  Olds  dalam  buku  Child  Care  Design  Guide   (1976), 
kelompok bermain dibagi menjadi bebera pa zona, antara lain : 
1.  Entry / Transition Zone
Zona ini terdiri dari area penyimpanan priba di siswa, area penyimpanan pribadi 
staf, dan area untuk komunika si antara guru dan orangtua. 
2.  Quiet Zone
Zona  ini  terdiri  dari  area  area  istirahat,  area  membaca,  listening  area, 
manipulative area, area menulis, area balok kecil, dan matematika area. 
3.  Me ssy Zone
Zona  ini  terdiri  dari  toilet  /  diapering,  area  makan,  area  air,  area  pa sir,  area 
tanah  liat  (clay),  area  lukis,  collage  area,  wood  –  working  area,  area  masak, 
dan area sains. 
4.  Active Zone
Zona  ini  terdiri  da ri  area  balok  besar,  a rea  bermain  drama  (area  ruma h-
rumahan, area  bermain boneka, area  kostum dan berdandan,  miniatures  area), 
area musik dan tari, gross – motor area. 
5.  Ruang tambahan yang diperluka n 
Ruang  tambahan  yang  dipe rlukan  seperti  area  pertemu
kelompok  dalam 
jumlah  besar  (aula),  area  privat  dan  semi  privat  dan  ar
kerja  untuk  staf 
beserta telepon. 
b.  Pr asarana yang Dibutuhkan di dalam Kelas
Selain    ruang  –  ruang  ya g  sudah  disebutkan  di  atas,  pra  -  sekolah  harus 
memiliki  prasarana  pendukung  pembelajaran.  Prasarana  untuk  pembelajaran  pra  -
sekolah dapat dibedakan menjadi prasarana di dalam ruangan  (indoor) dan prasarana 
di  luar  ruangan  (outdoor).  (Sumber  :  NSPK  Petunjuk  Teknis  Penyelenggaraan 
Kelompok Bermain, 2013:42) 
• 
Prasarana di dalam rua ngan 
Sarana pembelajaraan di dalam ruangan anta ra lain terdiri dari : 
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter