|
28
b. Prinsip Metode Montessori
Terdapat tiga prinsip yang sela lu dipantau dan dijunjung tinggi dalam
pela ksa naa metode Montessori, yaitu pendidika n usia dini (early childhood),
lingkungan pembelajaran (the learning environment) dan peran guru (the role of the
teac her). Berikut penjelasa n dari ketiga prinsip tersebut : (Anggani Sudono, 2000;18)
1. Pendidikan Usia Dini (Early Childhood)
Memperhatikan segala pe mbiasaa n dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan
ana k sesuai dengan perke mbangannya. Cara pembelajaraannya juga disesuaikan
dengan cara bela jar anak yang khas, spontan dan tanpa tekanan mela lui bermain.
2. Lingkunga n Pembelajaran (The Learning Environment)
Lingkunga n pembelajaran (kelas/sekola h) diusahakan sama denga n keadaan dan
lingkungan anak yaitu rumah. Montessori mengajak anak untuk melakukan
pekerjaan rumah se perti menyapu, mengelap meja, mencuci baju, mencucui
perabot, atau memandikan boneka.
3. Peran Guru (The Role Of The Teacher)
Konsep metode Montessori tentang peran pengajar yang berbeda dari konsep
tradisional/konvensiona l.Seme ntara para pengajar disekolah sekolah dasar
konvensional menguasai pa nggung utama kelas sebagai titik fokus perhatian
ana k anak, Montessori mengubah peran tersebut da n menye but sang pengajar
sebaga i direktris yang tugasnya adalah memandu anak anak dalam ke giatan
belajar mereka. (Gutek Lee Gerald, 2013;26)
Peran utama guru dalam model Monte ssori adalah mempera gakan bagaimana
suatu alat dipergunakan dan bagaimana suatu tugas diselesaikan. Anak tidak
diperkenanka n melakukan ekspresi bebas sebelum mereka benar benar
me nguasai alat peraga Montessori.(Soemiarti Patmonodewo, 2008;92)
c. Pembentukan Nilai (Moral) dan Pendidikan Kar akter
Pendidikan moral, sebaga imana pembelajaran kognitif dan keterampila n,
terkait dengan topik umum disiplin, atau gaya manajemen kela s dari sang pengaja r.
Dikelas kelas konvensional, para pengaja r terus menerus berusaha untuk
memotivasi anak anak untuk menjaga mereka tetap terta rik pada pelajaran yang
sedang disajikan. Ketika gagal memotivasi, para pengajar se ring kali beralih pada
penggunaan penghargaan dan hukuma n, atau bahkan beralih pada cara cara yang
yang le bih memaksa. (Gerald Lee Gutek,2013;89)
|