|
40
basahnya, berat jenis kayu akan mencerminkan berat kayunya,
berikut klasifikasi berat kayu:
a) Kayu dengan berat ringan, bila BJ kayu < 0,3.
b) Kayu dengan berat sedang, bila BJ kayu 0,36 0,56.
c) Kayu dengan berat berat, bila BJ kayu > 0,56
2. Keawetan Kayu
Keawetan alami ialah ketahanan kayu terhadap serangan
dari unsur-unsur perusak kayu deri luar seperti : jamur, rayap,
hama, dan mahluk lainnya yang diukur dalam waktu tahunan.
Keawetan kayu tersebut disebabkan oleh adanya satu zat di
dalam kayu (zat ekstraktif) yang merupakan sebagai unsur racun
bagi perusak-perusak kayu, sehingga perusak kayu tersebut tidak
sampai masuk dan tinggal di dalamnya serta merusak kayu. Ada
lima penggolongan kelas keawetan kayu :
-
Kelas awet 1 : Lama pemakaian awet I dapat mencapai 25
tahun.
-
Kelas awet 2 : Lama pemakaian kelas awet II adalah 15 25
tahun.
-
Kelas awet 3 : Lama pemakaian kelas awet III adalah 10 15
tahun.
-
Kelas awet 4 : Lama pemakaian kelas awet IV adalah 5 10
tahun.
-
Kelas awet 5 : Lama pemakaian kelas awet V adalah 5 tahun.
3. Kelas Kekuatan Kayu
Kekuatan kayu di Indonesia dihitung berdasarkan berat
jenis kayu, keteguhan lengkung mutlak (Klm) dan keteguhan
tekan mutlak.
-
Kelas kekuatan I : BJ 0,9 Klm 1.100 kg / cm2 Ktm kg /
cm2.
-
Kelas kekuatan II : BJ 0,6 - < 0,9 Klm 725 kg / cm2 - <
1100 kg / cm2 Ktm 425 kg / cm2 - < 650 kg / cm2.
-
Kelas kekuatan III : BJ 0,4 - < 0,6 Klm 500 kg / cm2 - <
725 kg / cm2 Ktm 300 kg / cm2 - < 425 kg / cm2.
|