|
Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam dalam larutan gula selama
beberapa waktu. Manisan biasanya dimakan sebagai hidangan pelengk ap untuk
merangsang nafsu makan. Teknologi membuat manisan merupakan salah satu cara
pengawetan makanan yang sudah diterapkan sejak dahulu kala. Perendamanan manisan
akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airn ya berkurang. Keadaan
ini akan menghambat pertumbuhan mikroba perusak sehingga buah akan lebih tahan
lama.
Pada awaln ya manisan dibuat dengan merend am pada larutan
gula hanya untuk
mengawetkan. Ada beberapa buah yang hanya dipanen pada musim-musim tertentu.
Saat musim itu, buah akan melimpah dan kelebihannya akan segera membusuk apabila
tidak segera dikonsumsi. Untuk itu manusia mulai berpikir untuk mengawetkan buah
dengan membuat manisan. Manisan juga dibuat dengan alasan memperbaiki cita rasa
buah yang tadinya masam menjadi manis. Setelah berkembang menjadi komoditas,
manisan mulai diolah dengan berbagai tambahan bahan, seperti pemutih, pengen yal,
pengering, atau gula buatan. Manisan merupakan salah satu metode pengawetan produk
buah-buahan yang paling tua, dan dalam pembuatannya menggunakan gula, dengan cara
merendam dan memanaskan buah dalam madu.
2.1.3 Proses Pembuatan Manisan
Untuk membuat manisan yang berkualitas perlu memperhatikan beberapa hal,
seperti bahan yan g digun akan, bumbu, peralatan, dan wadah yang digun akan. Selain itu
perlu diperhatikan juga metode yang dilakukan seperti penirisan, penjemuran, dan
penyimpanan. Dengan p embuatan yang benar, manisan yang diperoleh akan renyah,
tidak getir atau sepat, dan memberi sensasi nikmat bagi yang makan.
2.1.3.1 Bahan-Bahan dan Bumbu
Bahan-bahan pembuatan manisan yang baik ad alah sebagai berikut:
a. Bahan yang digun akan dipilih yang baik kualitasnya, agar hasil manisan
tidak keriput.
b. Buah yang digunak an tidak terlalu muda ataupun terlalu tua, tidak
mengandung banyak serat serta tidak berulat d an tidak ada cacat.
|